Rizki Itu Tidak Hanya Uang (Apakah Rizki Hanya Uang ? . . .)

Rahasia Rizki Semakin Bertambah . . .
Kunci utama agar rizki semakin bertambah telah Allah sampaikan melalui firman-Nya dalam Surah Ibrahim ayat 7. Dalam ayat tersebut, Allah Ta'ala berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu kufur (mengingkari nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'"
(QS. Ibrahim [14]: 7)
Berdasarkan ayat ini, jelas bahwa syarat mutlak agar nikmat dan rizki terus ditambah adalah dengan memperbanyak rasa syukur atas apa pun yang telah Allah berikan.
Penting untuk dipahami bahwa rizki tidak semata-mata berupa uang. Makna rizki sangatlah luas, mencakup kesehatan mata untuk melihat hingga kenikmatan menghirup udara tanpa biaya. Sebagai perenungan, bayangkan saudara-saudara kita yang sedang sakit dan membutuhkan bantuan oksigen; pikirkan berapa banyak biaya yang harus mereka keluarkan hanya untuk bisa bernapas.
Betapa banyak saudara-saudara kita yang sedang ditindas di Palestina, tidak memiliki jaminan keamanan dan kenyamanan, sedangkan kita yang ada di negara yang aman ini masih kurang bersyukur.
Betapa banyak saudara-saudara kita yang terisolir di pedalaman, di daerah 3T, yang hidup di panti asuhan, yang tidak punya rumah, penghasilan pas-pasan, meskipun kondisi sakit atau sudah tua renta tetap berdagang dan bekerja, karena jika tidak, maka untuk hari itu saja mereka tidak bisa makan. Maka sadarlah wahai saudaraku yang memiliki kemampuan dan kelebihan harta. Bersyukurlah kepada Allah Ta'ala, berbagilah kepada yang kekurangan, sering-seringlah berkunjung ke panti asuhan sehingga dapat mengambil pelajaran (ibrah) dan akan senantiasa membuat diri ini semakin bersyukur dengan keadaan saat ini.
Jika memiliki makanan, maka berbagilah dan jangan dibuang-buang hanya karena rasanya kurang sesuai dengan lidah kita. Ingat, semua akan dipertanggungjawabkan. Mari sama-sama merenungi adab dan hadits Rasulullah ﷺ berikut ini:
1. Hadits Larangan Mencela Makanan
Adab Rasulullah ﷺ sangat luar biasa terhadap rezeki berupa makanan. Beliau tidak pernah sekalipun mencela makanan (misal mengatakan: "makanannya kurang asin", "nggak enak", "keras", dll). Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau menuturkan:
مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ
"Rasulullah ﷺ tidak pernah mencela makanan sekalipun. Jika beliau berselera (menyukainya), beliau memakannya. Dan jika beliau tidak suka, beliau meninggalkannya (tanpa mencelanya)."
(HR. Bukhari No. 5409 & Muslim No. 2064)
2. Hadits Larangan Membuang Makanan (Mubadzir)
Islam sangat ketat mengajarkan agar kita menghabiskan makanan dan tidak menyisakannya (membuang/menyia-nyiakan). Bahkan, makanan yang tidak sengaja terjatuh pun diajarkan untuk diambil (jika belum kotor parah). Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا سَقَطَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيَأْخُذْهَا، فَلْيُمِطْ عَنْهَا الْأَذَى وَلْيَأْكُلْهَا، وَلَا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ
"Jika suapan makanan salah seorang dari kalian jatuh, ambillah kembali, lalu buanglah bagian yang kotor (debu/kotorannya) dan makanlah bagian yang bersih. Jangan biarkan makanan tersebut dimakan setan."
(HR. Muslim No. 2033)
Oleh karena itu, perbanyaklah bersyukur kepada Allah Ta'ala atas nikmat yang telah diberikan ini sehingga rizki ini menjadi berkah meskipun sedikit. Untuk apa diberi rizki banyak namun tidak berkah?
Kiat Agar Rizki Semakin Berkah dan Bertambah
Berikut adalah kiat-kiat yang dapat dilakukan agar rizki semakin berkah dan bertambah:
-
1. Bersyukur dalam Segala Kondisi (Senang maupun Susah).
Hendaknya tetap bersyukur baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Rasulullah ﷺ mengajarkan agar kita memperbanyak syukur khususnya saat lapang, niscaya Allah akan mengingat kita saat kita berada dalam kesulitan. -
2. Meningkatkan Amal Ketaatan.
Wujud syukur juga dibuktikan dengan melakukan amal-amal ketaatan kepada Allah. Hal ini selaras dengan hadits yang diriwayatkan oleh Suhaib radhiyallahu 'anhu. Rasulullah ﷺ bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
"Betapa menakjubkan urusan orang beriman! Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Ini bukan untuk siapa pun kecuali orang beriman. Jika kesenangan menimpanya, dia bersyukur, dan itu baik baginya. Dan jika musibah/kemalangan menimpanya, dia bersabar, dan itu juga baik baginya."
(HR. Muslim No. 2999)
Catatan Referensi / Sumber Hadits:
- Seluruh referensi HR. Bukhari No. 5409, HR. Muslim No. 2064, HR. Muslim No. 2033, dan HR. Muslim No. 2999 di dalam artikel ini diambil dan merujuk secara langsung pada standar database penomoran web hadits.id.
Catatan: Materi ini diringkas dari penjelasan Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri حفظه الله dan tambahan dari penulis namun tidak mengubah intinya.
Wallahu a'lam bish-shawab.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ , telah rilis Paket E-Book Dzikir Pagi & Petang + Ceklis Hafalan dengan tata letak yang nyaman dibaca di layar HP.
[Lihat Detail & Cara Pemesanan]
0 Response to "Rizki Itu Tidak Hanya Uang (Apakah Rizki Hanya Uang ? . . .)"
Posting Komentar