Gambar Pagi Gambar Petang

Berbakti Kepada Orang Tua ( TERNYATA INILAH KUNCI SURGA ITU ! ! ! )


Muhammad bin sirin rahimahullah berkata :

إِنَّ قَوْماً تَرَكُوا الْعِلْمَ وَاتَّخَذُوا الْمَحَارِيبَ، وَصَامُوا وَصَلَّوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، وَاللَّهِ مَا عَمِلَ أَحَدٌ بِغَيْرِ عِلْمٍ إِلَّا كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ

“Sungguh, ada sekumpulan orang yang meninggalkan ilmu dan memilih mengambil tempat di mihrab, lalu mereka mengerjakan ibadah shalat dan puasa tanpa ilmu. Demi Allah, tidaklah seorang beramal tanpa ilmu, melainkan kerusakan yang ia perbuat lebih banyak daripada kebaikannya.” (latha'iful Ma'arif, Ibnu Rajab Al Hambali halaman 125)

Tidak menuntut ilmu agama dapat memiliki beberapa akibat negatif, baik dalam kehidupan pribadi maupun masyarakat.

Berikut adalah beberapa contoh:

Akibat Pribadi :

Kurangnya pemahaman agama : Tidak menuntut ilmu agama dapat membuat seseorang kurang memiliki pemahaman tentang agama dan nilai-nilai spiritual.

Kesalahan dalam beribadah : Tidak menuntut ilmu agama dapat membuat seseorang melakukan kesalahan dalam beribadah, seperti shalat, puasa, dan zakat.

Kurangnya kesadaran moral : Tidak menuntut ilmu agama dapat membuat seseorang kurang memiliki kesadaran moral dan etika.

Kesulitan dalam menghadapi tantangan hidup : Tidak menuntut ilmu agama dapat membuat seseorang kesulitan dalam menghadapi tantangan hidup dan membuat keputusan yang tepat.

Akibat Sosial :

Kurangnya kontribusi positif : Tidak menuntut ilmu agama dapat membuat seseorang kurang memiliki kontribusi positif dalam masyarakat.

Kurangnya kesadaran sosial : Tidak menuntut ilmu agama dapat membuat seseorang kurang memiliki kesadaran sosial dan tidak peduli dengan masalah-masalah sosial.

Kurangnya toleransi : Tidak menuntut ilmu agama dapat membuat seseorang kurang memiliki toleransi terhadap orang lain yang berbeda agama atau kepercayaan.

Akibat Spiritual :

Kurangnya kesadaran spiritual : Tidak menuntut ilmu agama dapat membuat seseorang kurang memiliki kesadaran spiritual dan tidak dapat memahami hakikat kehidupan.

Kurangnya hubungan dengan Allah : Tidak menuntut ilmu agama dapat membuat seseorang kurang memiliki hubungan yang baik dengan Allah dan tidak dapat merasakan kehadiran-Nya dalam kehidupan.

Solusi :

Mencari ilmu agama : Mencari ilmu agama melalui berbagai sumber, seperti kitab suci, ulama, dan ceramah. - sesuai Al Qur'an dan Sunnah ala Fahmi salaf

Mengikuti kajian agama : Mengikuti kajian agama dan diskusi tentang agama untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran spiritual.

Berinteraksi dengan orang yang berilmu : Berinteraksi dengan orang yang berilmu agama untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman.

Dengan menuntut ilmu agama, seseorang dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran spiritual mereka, sehingga dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.


Hal itu merupakan nasihat emas dan seperti yang penulis dengar ketika menyimak secuil nasihat tetapi bermakna sangat luar biasa yang disampaikan oleh Ustadz Firanda حفظه الله tatkala akan mendaftar ke Universitas Madina untuk jenjang Sarjana dan Pasca Sarjana (Magister/ S2 dan Doktor/ S3) yang saat itu selalu meminta untuk didoakan oleh Ibunya, dan Doa ibu memang sungguh luar biasa (Doa Andalan).

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah yang mana Hadits ini dinilai Hasan (baik) oleh Imam Tirmidzi dan Syaikh Al-Albani bahwa :

“Ada tiga macam doa yang mustajab (pasti dikabulkan), tidak ada keraguan di dalamnya yaitu doa orang tua, doa seorang musafir (orang yang bepergian), dan doa orang yang terzalimi”.

Note :
Diriwayatkan oleh Abu Daud (no. 1536), Tirmidzi (no. 1905), dan Ibnu Majah (no. 3862). Hadits ini dinilai Hasan (baik) oleh Imam Tirmidzi dan Syaikh Al-Albani.

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ


Dan juga dalam hadits yang lain sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi bahwa :

“Ridho Rabb (الله) terletak pada ridho orang tua, dan murka Rabb (الله) terletak pada kemurkaan orang tua”.

Note :
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi no. 1899; Hadits ini dinilai Shahih oleh Imam Al-Hakim, Imam Adz-Dzahabi, dan Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 516.

رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

Wallahu a'lam bish-shawab.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ , telah rilis Paket E-Book Dzikir Pagi & Petang + Ceklis Hafalan dengan tata letak yang nyaman dibaca di layar HP.
[Lihat Detail & Cara Pemesanan]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Berbakti Kepada Orang Tua ( TERNYATA INILAH KUNCI SURGA ITU ! ! ! )"

Posting Komentar