Gambar Pagi Gambar Petang

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail (Inilah Bukti Cinta Antara Allah, Ayah, dan Anak)

Meneladani Kisah Para Nabi: Apa Arti "Islam"?

Mayoritas (khususnya di tempat tinggal penulis) banyak sekali yang mengklaim bahwa dirinya beragama Islam, namun ketika ditanya apa itu Islam?, justru masih banyak sekali yang belum memahami dan mengerti maknanya. Berikut ini adalah sebuah kisah yang sangat masyhur tentang kecintaan antara sang Pencipta dengan hambanya.

Dari situlah penulis menyimpulkan dan mendefiniskan makna Islam. Jadi Islam yang paling nyata, yaitu berserah diri, tunduk, dan pasrah total terhadap perintah اَللّٰه.

Mari coba untuk merenungi detik-detik yang sangat mendebarkan dalam sejarah men-Tauhid-kan اَللّٰه berikut ini.

1. Detik-Detik Kepatuhan Ayah dan Anak

Sebagaimana yang اَللّٰه abadikan detik-detik ketaatan seorang hamba kepada Rabb-nya dalam Al-Qur'an yang berbunyi:

فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ

"Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya)." (QS As-Sooffaat: 103)

Ada detail tafsir yang sangat menyentuh hati di sini. Mengapa Nabi Ibrahim membaringkan putranya di atas pelipis (wajah menghadap tanah)? Tujuannya adalah agar Ibrahim tidak melihat wajah anaknya yang kesakitan saat proses penyembelihan berlangsung, karena khawatir hati seorang ayah akan goyah dan mundur dari ujian berat ini. Selain itu, posisi ini juga menjaga agar sang anak tidak melihat pisau tajam tersebut.

Saat pisau sudah siap dan keduanya benar-benar pasrah, اَللّٰه menyeru:

وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۙ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚاِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ

"Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu." (QS As-Sooffaat: 104-105)

اَللّٰه memerintahkan Ibrahim berhenti. اَللّٰه menegaskan bahwa Ibrahim sudah lulus ujian, dan اَللّٰه tidak membutuhkan darah anaknya.

2. Balasan Indah untuk Kesabaran

Ujian ini disebut اَللّٰه sebagai Al-Balaul Mubin (ujian yang nyata/berat) sebagaimana surah As-Sooffaat:

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ

"Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata." (QS As-Sooffaat: 106)

Namun, karena kesabaran dan kepasrahan total mereka, اَللّٰه memberikan ganti yang luar biasa sebagaimana dalam surah As-Sooffaat:

وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ

"Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar." (QS As-Sooffaat: 107)

Tidak hanya itu, sebagai buah dari kesabaran, اَللّٰه kemudian memberikan kabar gembira lagi berupa kelahiran anak kedua, yaitu Ishaq, seorang nabi yang termasuk orang-orang shalih.

3. Benarkah Ismail yang Disembelih?

Terdapat perbedaan pendapat. Kalangan Yahudi dan Nasrani meyakini bahwa anak yang disembelih adalah Ishaq. Namun, pendapat terkuat dalam Islam (seperti dalam Tafsir Al-Qurthubi) menyatakan bahwa yang disembelih adalah Ismail.

Berikut 3 bukti ilmiah yang menguatkan bahwa itu adalah Ismail:

  • Urutan Ayat: Kabar gembira kelahiran Ishaq baru disampaikan Allah di ayat 112, setelah kisah penyembelihan selesai. Jadi, mustahil Ishaq yang disembelih.
  • Janji Cucu: Dalam surat Hud ayat 71, Allah menjanjikan bahwa Ishaq akan memiliki anak bernama Ya'qub. Logikanya, tidak mungkin Allah memerintahkan Ishaq disembelih saat kecil, padahal Allah sudah berjanji dia akan hidup sampai punya anak.
  • Lokasi Kejadian: Riwayat menyebutkan tanduk domba tebusan itu disimpan di Ka'bah (Mekkah). Sedangkan Ishaq tinggal di negeri Syam (Palestina), bukan di Mekkah.

4. Mutiara Hikmah

Dari kisah ini, ada beberapa pelajaran berharga yang bisa dipetik:

  • Hakikat Tauhid: Tauhid adalah pasrah secara totalitas. Tidak ada tempat berlindung dan meminta pertolongan kecuali hanya kepada اَللّٰه.
  • Derajat Lewat Ujian: Di balik ujian yang sangat berat, اَللّٰه memuliakan dan meninggikan derajat hamba-Nya.
  • Meneladani Umat Terbaik: Memang ujian umatnya setelah masa kenabian tidak seberat para Nabi, namun men-tadabbur-i kisahnya merupakan cara terbaik untuk memperkuat iman.

Referensi: Disarikan dari artikel aplikasi "Bekal Haji dan Umrah" karya Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc. MA, dengan tambahan dari penulis.

وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ , telah rilis Paket E-Book Dzikir Pagi & Petang + Ceklis Hafalan dengan tata letak yang nyaman dibaca di layar HP.
[Lihat Detail & Cara Pemesanan]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail (Inilah Bukti Cinta Antara Allah, Ayah, dan Anak)"

Posting Komentar