Apakah Mandimu Sudah Benar ? . . .

MANDI WAJIB
Mukadimah
Banyak terjadi di masyarakat khususnya
yang mengatasnamakan beragama islam tetapi masih belum tahu tata cara mandi
besar, bahkan hal-hal apa saja yang mengharuskan orang harus mandi besar.
Mandi (Ghusl) dalam
Islam bukan sekadar membersihkan tubuh dari kotoran atau keringat. Lebih dari
itu, mandi adalah sarana ibadah untuk mengangkat hadats besar agar seorang
hamba bisa kembali melaksanakan shalat dan ibadah lainnya.
Namun, sudah benarkah tata
cara mandi kita selama ini? Berikut adalah ringkasan fiqih mandi yang meliputi
definisi, sebab-sebab, hingga sunnah-sunnahnya.
Apa Itu
Mandi?
- Secara Bahasa : Mandi bermakna
membasuh.
- Secara Syar'i : Meratakan air ke seluruh tubuh dengan tata cara
khusus sebagai bentuk ibadah kepada Allah Ta'ala.
Ketentuan Pertama : 5 Hal yang Mewajibkan Mandi
Seseorang
wajib melakukan mandi besar (mandi junub) apabila mengalami salah satu dari
lima kondisi berikut :
- Keluarnya Mani : Baik dalam keadaan sadar (sengaja) maupun tidur (mimpi
basah).
- Jima' (Hubungan
Suami Istri) : Bertemunya dua
anggota tubuh yang dikhitan (kemaluan), meskipun tidak keluar mani.
- Haid :
Selesainya masa haid bagi wanita.
- Nifas :
Selesainya masa nifas (pasca melahirkan).
- Masuk Islam :
Orang kafir yang baru mengucapkan syahadat (masuk Islam).
Ketentuan
Kedua : 7 Syarat Sah Mandi
Agar mandi dianggap sah
secara hukum syariat, harus memenuhi tujuh syarat ini:
- Terhentinya Sebab :
Darah haid/nifas atau aktivitas jima' harus sudah berhenti.
- Niat :
Berniat di dalam hati untuk mengangkat hadats besar.
- Islam :
Pelakunya beragama Islam.
- Berakal : Tidak gila atau hilang ingatan.
- Tamyiz : Sudah mencapai usia tamyiz (umumnya 7 tahun), yaitu
mampu memahami pertanyaan dan menjawabnya.
- Air Thahur :
Menggunakan air yang suci dan mensucikan.
- Menghilangkan Penghalang :
Memastikan tidak ada cat, lem, kuteks, atau benda lain yang menghalangi
sampainya air ke kulit.
Ketentuan
Ketiga : Kewajiban (Rukun) Mandi
Hanya ada satu
kewajiban inti dalam mandi, yaitu: Membasuh seluruh tubuh dengan air. Artinya, jika air sudah merata dari ujung rambut hingga
ujung kaki, maka mandinya dianggap sah.
Ketentuan
Keempat : 7 Sunnah Saat Mandi
Agar mendapat pahala yang
sempurna seperti yang dicontohkan Nabi ﷺ, dianjurkan melakukan hal-hal berikut :
- Membersihkan Kotoran :
Menghilangkan hal-hal yang menjijikkan atau mengotori tubuh terlebih dahulu.
- Berwudhu :
Melakukan wudhu sebelum mandi (namun pembasuhan kaki bisa diakhirkan).
- Tiga Kali :
Membasuh/menyiram tubuh sebanyak tiga kali.
- Mendahulukan Kanan : Memulai siraman dari anggota tubuh bagian kanan.
- Muwalat :
Berkesinambungan (tidak terputus lama antar basuhan).
- Menggosok Tubuh :
Agar air lebih merata dan kotoran hilang.
- Membasuh Kaki : Mencuci kedua kaki di akhir prosesi mandi.
Ketentuan Kelima : 9 Mandi yang Disunnahkan
Selain
mandi wajib, ada kondisi-kondisi di mana kita disunnahkan (dianjurkan) untuk
mandi :
- Mandi hari Jum'at (bagi yang hendak
shalat Jum'at).
- Mandi setelah memandikan mayit.
- Mandi pada dua
Hari Raya (Idul Fitri & Idul Adha).
- Mandi setelah sadar dari pingsan.
- Mandi setelah
sembuh dari gila.
- Wanita Istihadhah
(darah penyakit) setiap kali hendak shalat.
- Mandi untuk ihram
(Haji/Umrah).
- Mandi sebelum masuk
kota Makkah.
- Mandi untuk wukuf
di Arafah.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ , telah rilis Paket E-Book Dzikir Pagi & Petang + Ceklis Hafalan dengan tata letak yang nyaman dibaca di layar HP.
[Lihat Detail & Cara Pemesanan]
0 Response to "Apakah Mandimu Sudah Benar ? . . ."
Posting Komentar