Gambar Pagi Gambar Petang

9 Keutamaan Puasa Ramadhan : Cara Mudah Menghapus Dosa dan Masuk Surga Ar-Rayyan

Keutamaan Puasa

Puasa (khususnya puasa ramadhan) memiliki banyak keutamaan dijelaskan dalam berbagai hadits shahih dari Rasulullah ﷺ . Berikut penjelasannya mengenai keutamaan-keutamaan tersebut.

1. Menjauhkan dari Neraka Sejauh Perjalanan 70 Tahun

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu. Beliau berkata: "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ يَوْمًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari Neraka sejauh perjalanan 70 tahun." Makna "sejauh perjalanan 70 tahun" adalah jarak yang ditempuh kuda tangguh berlari cepat selama itu. Fi sabilillah mencakup ketaatan umum (amal shalih yang ikhlas untuk mendekatkan diri kepada Allah, seperti wajib, sunnah, dan ketaatan lainnya). Secara mutlak, bisa merujuk pada jihad fi sabilillah. Ada pula pendapat bahwa ini khusus untuk puasa yang dikerjakan semata-mata mencari ridha Allah.

2. Pintu Khusus di Surga Bernama Ar-Rayyan

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Sahl bin Sa'ad radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

"Sesungguhnya di Surga ada pintu bernama Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk darinya pada Hari Kiamat. Tidak ada yang masuk kecuali mereka. Dikatakan, 'Mana orang-orang yang berpuasa?' Mereka pun berdiri. Tidak ada yang masuk selain mereka. Setelah mereka masuk, pintu itu ditutup, dan tidak ada lagi yang masuk." Hadis ini menunjukkan kemuliaan dan keutamaan orang-orang yang berpuasa.

3. Puasa Memberi Syafaat (dengan Izin Allah)

Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanad sahih dari Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يَقُولُ الصِّيَامُ: أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ، وَيَقُولُ الْقُرْآنُ: مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ، قَالَ: فَيُشَفَّعَانِ

"Puasa dan Al-Qur'an akan memberi syafaat bagi hamba pada Hari Kiamat. Puasa berkata: 'Ya Rabb, aku menahannya dari makanan dan syahwat pada siang hari, maka izinkan aku memberi syafaat baginya.' Al-Qur'an berkata: 'Aku menahannya dari tidur pada malam hari, maka izinkan aku memberi syafaat baginya.' Maka keduanya diizinkan memberi syafaat, dan orang tersebut dimasukkan ke Surga."

Hadis ini bisa dimaknai secara hakiki, yaitu Allah menjadikan pahala keduanya berbentuk jasmani yang berbicara, dan Allah kuasa atas segala sesuatu, sebagaimana firman-Nya:

وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS. Al-Baqarah: 284),

atau secara ma'nawi di mana malaikat diutus untuk mengatakan hal itu atas nama keduanya, atau sebagai majaz dan perumpamaan.

 

4. Besarnya Pahala Puasa, Tidak Ada yang Mengetahui Kecuali Allah

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجَزِى بِهِ

"Setiap amal manusia adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya." Dalam hadis ini terdapat penjelasan mengenai keutamaan puasa, dan anjuran untuk melakukannya.

5. Puasa Menjaga Pemiliknya dari Dosa di Dunia dan Api Neraka di Akhirat

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَلا يَرْفُثْ وَلا يَجْهَلْ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ (مَرَّتَيْنِ)

"Puasa itu perisai, maka janganlah berbuat keji dan jangan pula berbuat bodoh. Jika ada orang yang memerangi atau mencela, hendaklah ia mengatakan: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa,’ (dikatakan) dua kali."

Dan diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhuma, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ
"Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka."

6. Puasa adalah Ibadah yang Paling Besar Pahalanya

Imam Nasa'i telah meriwayatkan dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: "Saya mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu aku berkata: 'Tunjukkan kepadaku suatu amalan shalih - wahai Rasulullah - niscaya akan aku amalkan.' Kemudian beliau berkata:

عليك بالصوم ؛ فإنه لا مثل له'

Atasmu untuk senantiasa berpuasa karena sesungguhnya tidak ada (amalan shalih) yang semisalnya.'

Tidak ada ibadah yang pahalanya seperti puasa, dan tidak ada ibadah yang paling menahan syahwat kecuali puasa.

7. Puasa adalah Sebab Mendapatkan Ampunan dari Dosa-Dosa

Imam Bukhari telah meriwayatkan dari Hudaifah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ وَجَارِهِ، تُكَفِّرُهَا الصَّلَاةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ وَالأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ

"Fitnahnya seorang lelaki itu ada di keluarga, harta, anak, dan tetangganya. Dosanya bisa terhapus dengan shalat, puasa, sedekah, amar ma'ruf, dan nahi munkar."Yang dimaksud dengan fitnah (dalam hadits tersebut) adalah: Seseorang mendatangi (berhubungan/berkaitan dengan) orang yang disebutkan dalam hadits tersebut dengan cara melakukan apa yang tidak halal baginya, atau melalaikan apa yang wajib atasnya (kewajibannya).

8. Orang Berpuasa Memiliki Dua Kebahagiaan

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

للصائم فرحتان، فرحة عند فطره، وفرحة عند لقاء ربه

“Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.”

Dua kegembiraan tersebut adalah saat berbuka puasa di dunia (karena berhasil menyelesaikan ibadah/menikmati nikmat Allah) dan saat berjumpa dengan Allah di akhirat atas pahala puasanya.

9. Bau Mulut Orang Berpuasa Lebih Wangi dari Kasturi

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ أَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

"Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya (dan dibalas sesuai dengan amalnya), kecuali puasa, maka puasa itu untuk-Ku dan Aku yang memberikan balasannya. Dan sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi (musk)."Hadis tersebut menjelaskan keutamaan puasa di atas segala amal lainnya karena ia murni ikhlas karena Allah, dan bau mulut orang yang berpuasa di dunia dibenci oleh manusia tetapi lebih wangi di sisi Allah daripada aroma kasturi di akhirat.
Oleh : Ustadz Kusdiawan 
Diringkas dari kitab (Al-Mukhtashar Al-Mufid fi Ahkamis Siyam wa Adabil 'Eid)

Karya Dr.Khalid ibn Mahmud Al-Juhani حفظه الله تعالى
 

Tambahan [ Pemilik Blog ] :

bahwa dikalangan masyarakat awam yang belum mengenal manhaj salaf ataupun dakwah sunnah, banyak beredar bahwa ketika seseorang berpuasa, kemudian melakukan tidur siang, maka tidurnya itu dihitung sedang berdzikir kepada Allah. Sebagai ora awal yang belum mengerti, mungkin saja percaya apalagi yang mengatakan hal itu dianggap ustadz atau kyai tetapi orang yang menyampaikan itu terkadang menjadi mendapat julukan ustadz atau kyai atau dipanggil aba hanya karena faktor keturunan atau turun temurun dari orang tuanya yang dulu juga seperti itu (sama saja), bahkan ketika ditanya Allah ada dimana itupun menjawabnya Allah ada dimana-mana. dan itulah yang terjadi disekitar tempat saya tinggal/ tetangga saya. Bahwa hadits yang mengatakan demikian itu diperselisihkan oleh para ulama, ada yang mengatakan Dhaif atau Palsu. Bahkan saya mendengar dari penjelasan-penjelasan Asatidz-Asatidz Ahlusunnah bahwa hadits dhaif itu tidak bisa dijadikan sebagai pedoman atau argumen, apalagi Haditsnya Palsu. ya itu yang terjadi, islam sesuai sunnah memang terasa asing sebagai mana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : 

 عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah ghuraba (orang-orang yang asing)” 

 وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ , telah rilis Paket E-Book Dzikir Pagi & Petang + Ceklis Hafalan dengan tata letak yang nyaman dibaca di layar HP.
[Lihat Detail & Cara Pemesanan]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "9 Keutamaan Puasa Ramadhan : Cara Mudah Menghapus Dosa dan Masuk Surga Ar-Rayyan"

Posting Komentar