Gambar Pagi Gambar Petang

Nasihat Agung Jibril: Hiduplah Sesukamu, Tapi Ingat Kematian (Ringkasan Khutbah Jumat)

Nasihat Agung Jibril: Hiduplah Sesukamu, Tapi Ingat Kematian

Tanpa terasa perjalanan Ramadhan begitu cepat berlalu. Padahal, kita berharap bulan Ramadhan ini seperti orang-orang shalih terdahulu yang menginginkan Ramadhan itu berlangsung setahun penuh. Namun, di era sekarang, justru banyak yang ingin agar Ramadhan cepat selesai. Perasaan ini sejatinya merupakan tolok ukur dalam mengetahui tingkat keimanan seorang muslim.

Materi ini merupakan ringkasan catatan Khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Hisyam Al Katiri di Masjid Al Huda pada tanggal 16 Ramadhan 1447 H / 6 Maret 2026. Pokok bahasan utamanya adalah sebuah nasihat agung dari Malaikat Jibril 'alaihissalam kepada Rasulullah ﷺ untuk umatnya.

Dari Imam Al-Hakim dalam kitabnya (Al-Mustadrak), Jibril datang kepada Nabi ﷺ lalu memberikan nasihat:

يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ ، وَاعْلَمْ أَنَّ شَرَفَ الْمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ ، وَعِزَّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ

"Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati. Cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya. Dan beramallah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya. Ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (shalat tahajjud), dan keperkasaannya adalah ketidakbutuhannya terhadap manusia."
(HR. Al-Hakim, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).

1. Hiduplah Sesukamu, tapi Ingat Kamu Akan Mati

Hidup dengan model apa pun, semuanya memiliki tanggung jawab dan ujungnya adalah kematian. Mati itu tidak perlu ditakuti secara berlebihan, karena ia pasti datang menjemput jika sudah tiba waktunya. Sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam Surah Al-Jumu'ah:

قُلْ إِنَّ ٱلْمَوْتَ ٱلَّذِى تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُۥ مُلَٰقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

"Katakanlah: 'Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan'." (QS. Al-Jumu'ah: 8).

Rasulullah ﷺ telah melakukan penekanan yang kuat agar kita memperbanyak mengingat kematian:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

"Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian)." (HR. Tirmidzi no. 2307, shahih).

Manusia di dunia ini pada hakikatnya berada dalam posisi tertidur, dan kematian merupakan awal dari kehidupan yang sebenarnya. Karena setelah kematian, manusia dibangkitkan kembali untuk dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.

2. Cintai Siapapun Yang Kamu Suka, Namun Ingat Pasti Ada Perpisahan

Sebagaimana fakta kehidupan, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Namun, cinta yang hakiki adalah cinta yang dilandasi karena Allah. Ada 3 karakter yang jika dimiliki oleh orang muslim, maka Allah akan memberikan manisnya keimanan kepada-Nya:

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

"Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah. Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka." (HR. Bukhari No. 16 & Muslim No. 43).

Seseorang harus memiliki loyalitas (al-wala') kepada sesama orang beriman dan membenci kekafiran (al-bara')—seperti kezaliman yang terjadi saat ini yaitu peperangan antara Israel, Amerika, dan Iran hingga kesesatan Syiah Rafidhah. Cinta dan benci karena Allah inilah yang menyempurnakan iman, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ أَفْضَلُ الأَعْمَالِ الْحُبُّ فِي اللَّهِ وَالْبُغْضُ فِي اللَّهِ ‏"‏

Dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu: Rasulullah ﷺ bersabda: "Amal yang paling utama adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah." (HR. Abu Dawud No. 4599).

3. Beramal dan Pasti Ada Balasannya

Lakukanlah amal sesukamu, tapi ingat kamu akan mendapatkan balasannya. Al-Qur'an membahas dengan sangat rinci tentang kebaikan dan keburukan meski sekecil biji dzarrah. Timbangan (mizan) kelak yang akan menentukan apakah seseorang ini ke Surga atau ke Neraka.

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ . وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." (QS. Az-Zalzalah: 7-8).

Al-Qur'an juga mengingatkan betapa pedihnya balasan bagi mereka yang ringan timbangan kebaikannya, yaitu tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah, sebuah api yang sangat panas:

فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهٗۙ فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗ وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙ فَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌۗ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا هِيَهْۗ نَارٌ حَامِيَةٌ

"Siapa yang berat timbangan (kebaikan)-nya, dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan. Adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)-nya, tempat kembalinya adalah (neraka) Hawiyah. Tahukah kamu apakah (neraka Hawiyah) itu? (Ia adalah) api yang sangat panas." (QS. Al-Qari'ah: 6-11).

4. Kemuliaan Orang Beriman

Ketahuilah bahwa kemuliaan orang beriman tergantung dari shalat malamnya, serta bagaimana ia hanya mengagungkan dan bergantung kepada Allah semata. Terkhusus di bulan Ramadhan dan juga di luar Ramadhan, terdapat waktu yang sangat mustajab di malam hari.

إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ، يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

"Sesungguhnya di malam hari terdapat waktu tertentu, yang bila seorang muslim memohon kepada Allah dari kebaikan hidup di dunia dan akhirat pada waktu itu, maka Allah pasti akan mengabulkannya. Dan hal tersebut ada di setiap malam." (HR. Muslim no. 757).

Minimal selama bulan Ramadhan, jangan sampai kita meninggalkan shalat tarawih berjamaah hingga imam selesai agar mendapatkan kemuliaan pahala shalat semalam suntuk:

مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

"Barangsiapa yang shalat malam (tarawih) bersama imam hingga ia selesai, maka dicatat baginya (pahala) shalat semalam suntuk." (HR. Tirmidzi no. 806, shahih).

Amanah Ilmiah & Catatan Penulis:
Tulisan di atas adalah catatan ringkas penulis dari menyimak materi Khutbah Jumat. Adapun pondasi pemahaman mengenai Manhaj Salaf didapatkan melalui faedah ilmu dan kajian dari para Asatidz. Semoga catatan ini menjadi ibrah (pelajaran) dan pengingat bagi kita semua untuk senantiasa mempersiapkan bekal sebelum kematian menjemput.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ , telah rilis Paket E-Book Dzikir Pagi & Petang + Ceklis Hafalan dengan tata letak yang nyaman dibaca di layar HP.
[Lihat Detail & Cara Pemesanan]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nasihat Agung Jibril: Hiduplah Sesukamu, Tapi Ingat Kematian (Ringkasan Khutbah Jumat)"

Posting Komentar